Manusia adalah episentrum dunia, yang bertanggung jawab atas semua bangunan peradaban yang dibuatnya. Berbicara peradaban maka bicara sejarah manusia dan sejarah manusia adalah pertarungan antara kehendak untuk menguasai dan kehendak untuk membebaskan. Sejarah untuk menguasai manusia adalah kerja penguasa despotic yang menggunakan kuasanya untuk menguasai dan mengontrol rakyatnya melalui peraturan yang membatasi dan mengekang dengan tujuan penundukan, sehingga kekuasaannya abadi. Sebaliknya, sejarah pembebasan manusia dari kuasa kekuasaan yang menindas adalah sejarah hadirnya sosok-sosok suci (Nabi, Rasul, pemimpin spiritual) yang tidak hanya membebaskan manusia dari eksploitasi kekuasaan tetapi juga membawa pencerahan dalam hidup manusia, untuk saling mengasihi dan menyayangi sesama manusia.

Lanjutkan Membaca "Spiritualitas Sufi dan Pembebasan Manusia (Bagian 1 Dari 2)"
machiavelli

“Hakikat Manusia tidak lain adalah kehendak untuk Berkuasa”, demikian sebaris kalimat dari Friedrich Nietzsche, sang filosof aforis yang menyibak hakikat keberadaan manusia di kedalamannya yang tak terbendung. Pemikir yang selalu “meresahkan” ini membongkar sisi tertajam “kehewanian” manusia dari ranah yang tanpa sadar di imani manusia, yaitu kehendak untuk berkuasa. Kita bisa saja membenci Nietzsche, hatta karena dia dicap atheis. Namun, itulah kita, kita membenci sekaligus mempraktekkan apa yang di urainya.

Dalam setiap helat pesta demokrasi pilkada, kita bisa membaca, bahwa pertarungan mendapatkan kekuasaan di Aceh adalah perkara hidup dan mati, perkara kehormatan dan marwah yang wajib di dapatkan, bahwa pekerjaan untuk merebut kekuasaan harus dilakukan dengan menghalalkan segala cara “ala machiavelian” untuk mendisiplinkan, membuat patuh dan menundukkan manusia, sehingga apabila keinginan ini tidak tercapai, maka manusia akan melukai, akan menganiaya, akan mengancam dengan berbagai kalimat hegemonik bahkan membunuh manusia lainnya untuk sebuah kekuasaan.

Lanjutkan Membaca "Spiritualitas Politik, “Machiavellian Aceh” dan Keselamatan Manusia"