pagar kampus

Tulisan ini dimulai dari rasa jengkel penulis melihat kampus (universitas) yang kian eksklusif menutup diri dari dunia luar (masyarakat). Kampus yang sejatinya adalah mitra masyarakat dalam membangun kualitas hidup masyarakat, kini berubah menjadi lembaga birokrasi-administrasi. Seharusnya kajian-kajian dan pendidikan di dalam kampus digunakan sebagai pemberdayaan bagi peningkatan kualitas masyarakat. Untuk itu kampus haruslah berada disisi masyarakat, dekat dan selalu menjadi pemecah masalah dalam kesulitan yang dialami masyarakat.

Para akademisi sebagai “the making of society” kini tidak ubahnya hanya sebagai pegawai pemerintah yang berjuang dengan lembaran tugas administrasi. Sungguh membosankan melihat para akademisi penurut yang lidah basahnya selalu digunakan untuk menghitung lembaran kertas laporan negara. Perebutan jabatan, sikut-menyikut agar kebagian “ngobjek” kegiatan akademik, bahkan sampai perebutan jam mengajar membuat kehidupan kampus tidak berbeda dengan gedung Senayan, penuh kepalsuan, omong kosong dan politik kotor.

Lanjutkan Membaca "Merobohkan Pagar Kampus"