Nama Amir Husin Al-Mujahid tidak dapat kita lepaskan dari penulisan sejarah Aceh kontemporer. Kehadirannya, hampir-hampir, tidak pernah luput dari pembahasan para penulis dan peminat kajian sejarah dan politik Aceh, baik itu para pemujanya, maupun para pengkritiknya. Keterlibatannya di dalam dua peristiwa besar Aceh di awal masa Revolusi Sosial dan Darul Islam Aceh, telah mencatatkan namanya sebagai tokoh yang harus dibaca terus menerus, untuk memahami pergerakan sejarah Aceh itu sendiri. Buku ini memperkaya historiografi Aceh dan terutama sejarah Aceh kontemporer karena dapat dikatakan telah kembali menempatkan…Lanjutkan Membaca “Bedah Buku Biografi Amir Husin Al Mujahid, 2 Oktober 2017”

Sejarah perkembangan Islam pada dasarnya tidak pernah terlepas dari tindakan-tindakan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dalam upaya membentuk karakter akhlaqul karimah pada umatnya. Mengingat pentingnya misi ini, Nabi bersabda bahwa “Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia”. Nilai inilah yang selanjutnya melatari setiap tindakan Rasulullah dalam menyampaikan syiar Islam pada zamannya. Bahkan ketinggian nilai akhlak dalam hal tertentu dapat mengenyampingkan aspek teologi demi perdamaian dan toleransi, seperti yang telah terukir dengan baik dalam sejarah perjanjian Hudaibiyah.

Lanjutkan Membaca "Tuhan dan Sejarah Akhlak Pembebasan"

Pada akhir abad ke-19 kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara mengalami kemunduran. Mereka dihempaskan oleh kekuatan militer Barat. Sementara lainnya, menghadapi pilihan sama buruknya, harus bersikap akomodatif terhadap kekuatan Barat. Dengan kata lain, mereka sama-sama dijajah. Maka pada akhirnya warisan sejarah yang muncul pada masa kini adalah, khususnya di Indonesia, narasi tentang kekalahan dan keterpurukan di bawah dominasi Barat.

Lanjutkan Membaca "Melihat Sekilas Pemikiran Anthony Reid: “Revitalizer dan Borrowers”"

“There is no faith, without a critical mind” – Tariq Ramadan

Sejarah ditulis untuk mereka yang hidup, bukan untuk mereka yang mati. Sebagaimana madah (eulogy) disampaikan kepada yang menyaksikan kematian dan bukan kepada yang telah mati. Di sisi lain, kehidupan manusia selalu dinamis, maka begitu pun dengan sejarah. Sistem sosial, ekonomi dan politik pun akan terus menemukan bentuk yang berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan tempat dan waktunya. Dengan demikian, maka sejarah terus ditulis dan dibaca ulang dengan perspektif dan pemahaman yang sesuai zaman dan tempatnya. Sehingga kekuatan sejarah dapat digunakan dengan maksimal, untuk memberi paham kehidupan dan legitimasi untuk masa sekarang dan masa depan.

Lanjutkan Membaca "Umat dan Logika Sejarah Islam"