Setiap ujian pasti punya nilai akhir. Perkuliahan selama satu semester, akan diambil satu masa penilaian pada ujian akhir, atau yang disebut dengan masa final. Pada masa itu sangat menentukan berapa nilai yang akan didapat pada transkrip nilai yang dikeluarkan akademik nantinya, nilai itulah yang disebut dengan Indeks Prestasi (IP).

Tidak jauh berbeda dengan puasa Ramadhan. Selama 11 bulan terhitung sejak Syawal hingga Syahban, ada satu bulan yang disebut bulan ujian yaitu bulan Ramadhan. Kita diuji selama sebulan penuh menahan hawa nafsu mulai dari makan dan minum di siang hari, mengendalikan emosi, melihat maksiat, berbicara yang sia-sia hingga mendengar sesuatu yang menjauhkan diri kepada Allah SWT.

Setelah ujian sebulan penuh berlangsung, maka didapatlah hasil transkrip nilai yang dikeluarkan oleh Allah SWT dalam bentuk indeks prestasi puasa, atau yang lebih familiar disebut dengan sebutan taqwa (Al-Baqarah 185). Namun bagaimana mengidentifikasi gelar taqwa pasca Ramadhan? Apakah semudah mengindentifikasi indeks prestasi pada perkuliahan yang hanya membuka portal web lalu memasukan username dan password maka semuanya sudah tertera di sana?

Lanjutkan Membaca "Indeks Prestasi Puasa"

Refleksi Hari Buku Nasional, 17 Mei 2017.

Dahulu, sebutan kutu buku diberikan kepada mereka yang kesehariannya tak pernah lepas dengan buku. Benda ini menjadi teman setia kemana saja pergi. Di dalam bus, di jalan raya, di caffee, hingga di kamar tidur, buku menjadi teman hingga terlelap.

Ada sesuatu yang kurang bila sehari saja tidak mengisi aktivitas dengan membaca buku. Belum selesai membaca satu buku, sudah membaca buku yang lain. Buku membuat hidup mereka lupa dengan segalanya. Di mana ada mereka di situ ada buku, begitulah sebutan untuk para kutu buku.

Namun setelah kehadiran google saat ini, menyebabkan terjadi perubahan besar-besaran dalam dunia membaca. Hampir semua orang menghabiskan waktu dengan smartphone untuk membaca. Tak jarang kita lihat orang-orang yang kakinya sedang berjalan tetapi matanya di smartphone. Mungkin saja yang dibaca sekedar status atau notifikasi pada facebook. Sehingga fenomena inilah yang kemudian penulis sebut sebagai sebuah peralihan dari kutu buku ke kutu google.

Lanjutkan Membaca "Dari Kutu Buku ke Kutu Google"

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry mungkin merupakan satu dari sedikit tempat di Aceh dimana orang-orang mempelajari beragam ilmu-ilmu keislaman. Berbeda dengan lembaga pendidikan Islam tradisional yang hanya menekankan pembelajaran Islam dalam bidang tauhid, tasawuf dan fiqh saja, pembelajaran Islam di UIN memberikan konsentrasi-konsentrasi yang berbeda. Ada yang fokus pada kajian hukum, ekonomi, aqidah, sosial, Alquran dan hadis, sastra, sejarah, bisnis, perbankan Islam dan lain-lain. Para pelajar pun diharapkan dapat menggunakan ilmu yang ia peroleh untuk menjawab dan menyelesaikan atau minimal memahami masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat….Lanjutkan Membaca “Mahasiswa UIN Ar-Raniry dan Kitab Kuning yang Kesepian”

Musik masih menjadi seni yang paling populer hingga hari ini, keberadaannya dianggap mampu menyampaikan segala sesuatu secara universal. Enak dinikmati dan mudah diterima adalah kelebihan tersendiri yang dimiliki oleh seni musik. Sebagai sebuah seni yang mudah diterima serta paling populer, maka muatan yang terkandung dan tersampaikan dalam sebuah musik pun beragam, salah satunya adalah politik.

Lanjutkan Membaca "Perkawinan Musik-Politik"

Dahulu ketika duduk di bangku sekolah kelas VIII semester II, penulis masih diingatkan dengan materi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dengan sebuah teori yang disebut trias politika. Teori ini menjelaskan dimana kekuasaan itu dibagi tiga yaitu, Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif (Kaelan, 2003).

Kekuasan ketiga lembaga tinggi negara ini kemudian menempatkan para individunya pada posisi tertinggi dalam sebuah demokrasi terpimpin seperti, DPR yang berwewenang dalam mengubah dan menetapkan undang-undang, presiden dengan wewenang sebagai pemegang kekuasaan dalam sebuah pemerintahan dan menjalankan undang-undang, kemudian mahkamah agung dengan wewenang memberikan sanksi terhadap individu yang melanggar undang-undang.

Lanjutkan Membaca "Kekuasaan Ditangan Media Massa"