Hari ini dunia dihadapkan dengan hantu belau pandemi bernama Covid-19 yang mengoyak sendi-sendi kehidupan sosialmasyarakat. Virus Novel Corona Virus (NCoV) yang menyerang saluran pernafasan ini berasal dari kelompok yang sama dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Pada tahun 2012 ada sembilan negara yang telah melaporkan kasus MERS-CoV, yaitu Perancis, Italia, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Tunisia, Jerman, Inggris dan Uni Emirat Arab. SARS-Cov menjangkiti setidaknya 32 negara di dunia pada tahun 2003. Berbeda dengan pendahulunya,Covid-19 menyerang hampir seluruh negara di dunia. Pemerintah Indonesia…Lanjutkan Membaca “Simalakama Kebijakan AMBIGU COVID-19”

Perhimpunan Alumni Jerman Aceh (PAJ Aceh) akan menyelenggarakan Webinar “Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Covid-19”, Sabtu (11/7) via aplikasi rapat daring. Webinar yang akan berlangsung pada pukul 14.00 – 16.00 WIB ini mengundang Dr.rer.med. Ns. Marthoenis, dosen Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala serta Razan Madyasta Wibowo, B.Sc dari Pettenkofer School of Public Health Munich – Public Health in Munich sebagai pemateri. Ns. Farah Diba, MScPH, alumnus Charité – Universitätsmedizin Berlin, yang juga menjabat dosen aktif pada Fakultas Keperawatan Universitas Syiah Kuala hadir sebagai moderator pada…Lanjutkan Membaca “Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemic Covid-19”

Wabah corona masih meneror, Indonesia masih dihantui virus ini. Akan tetapi, karena sudah mulai terbiasa dengan kehadiran pembunuh yang tak kelihatan ini, rakyat sudah mulai agak tenang. Keangkeran sang virus pun sudah mulai agak memudar,walaupun angka positif makin bertambah, namun angka kematian makin berkurang. Meski demikian gerakan jurus sang virus hingga sekarang belum bisa dipatahkan, seranngan sang virus masih menakutkan dan belum bisa dikalahkan. Kehadiran sang virus masih mengancam dan belum bisa dihancurkan. Lalu, apa tindakan hebat Pemerintah Indonesia dalam menanggulangi aksi teror corona yang…Lanjutkan Membaca “Fenomena Labil Dalam Kebijakan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah Aceh Terkait COVID-19”